20 Fakta ilmiah dalam Al-Qur'an ( Bagian 2 )

11. Sidik Jari Manusia



Setiap manusia, termasuk mereka yang terlahir kembar identik memiliki pola sidik jari yang khas dan berbeda sengan yang lainnya. Dengan kata lain salah satu tanda pengenal manusia terdapat pada ujung jari mereka.

Di akhir Abad 19, keunikan sidik jari ditemukan, sebelumnya mayoritas orang menganggap jika sidik jari adalah lengkukan-lengkukan biasa tanpa makna khusus. Namun, 14 abad yang lalu, melalui Al Quran, Allah merujuk sidik jari, yang pada waktu itu tak menarik perhatian orang dan mengarahkan kepada kita tentang pentingnya sidik jari yang baru akhir-akhir ini kita pahami

Hal tersebut juga dijelaskan dalam salah satu ayat Al Quran di surah Al Qiyamah, yang isinya:

“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya ?. Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”
( Q.S Al Qiyamah ; 3-4).

12. Menyusui Bayi Selama 2 tahun


ASI ( Air susu ibu ) sangat bermanfaat bagi perkembangan bayi. ASI adalah sumber makanan terbaik bagi bayi dan mengandung zat-zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi kualitas ASI.

Di dalam Alquran surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya. Surat ini menjelaskan bahwa waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang bayi adalah 2 tahun karena memberikan banyak manfaat.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” ( Q.S Luqman ( 14 ))

13. Jenis Kelamin Bayi


Dulu muncul anggapan bahwa yang mempengaruhi jenis kelamin anak adalah Sperma wanita. Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. 

Dalam air mani pria terdapat kromosom X yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom Y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom X yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom X atau Y.
Mengenai Fakta tersebut Al Quran juga sudah menjelasskannya di dalam surah An Najm.

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” ( Q.S An Najm ayat 45-46)

14. Penciptaan Manusia Dalam 3 Tahap


Dalam Alquran surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.

“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?” ( Q.S Az Zumar ayat 6 )

Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap kebenaran ayat tersebut. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap.


Tahap Pre-embrionik
Pada tahap ini zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.

Tahap Embrionik 
Tahap ini berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.

Tahap fetus 
Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.

15. Tumbuhan Yang Bertasbih



Sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, mengungkapkan hasil 
penelitiannya. Penelitian yang telah dilakukan oleh tim ilmuwan asal Amerika Serikat adalah tentang suara ultrasonik yang berasal dari tumbuhan. 

Penelitian yang dipimpin oleh Prof. William Brown ini kemudian merekam dan menyimpan suara ultrasonik dari tumbuhan dan mengubahnya menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditampilkan ke layar monitor dalam bentuk rangkaian garis. Yang mengejutkan adalah, garis-garis tersebut membentuk lafadz Allah yang kemudian diketahui sebagai kalimat tasbih. Subhanallah 

Al-Qur’an tentu saja telah menjelaskan fenomena ini dalam surat Al-Israa’ ayat 44 yang artinya;

“Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

16. Siklus Air


Gambar diatas adalah gambaran siklus air yang sudah kita pelajari saat SD SMP maupun SMA

Air merupakan komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup.Tanpa air tidak mungkin ada makhluk hidup termasuk manusia dapat bertahan hidup. Siklus di atas yang menyebabkan ketersediaan air sampai sekarang masih ada dan kita dapat menikmatinya sampai sekarang.

Siapa yang mengatur Siklus Tersebut ? Tentu Allah lah yang mampu mengatur hal yang luar biasa tersebut.

Dalam Al Quran Siklus Air juga termuat di dalamnya, Allah berfirman:

"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." [QS. Al-Baqarah ayat 22]



"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira." [QS. Ar-Rum ayat 48]"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira."
[QS. Ar-Rum ayat 48]

Secara teknis, tentang apa yang di firmankan Allah di dalam Alquran sangat bersesuaian dengan hasil penelitian para ilmuwan.

17. Sedikitnya Kadar Oksigen di ketinggian


Kita sungguh sangat beruntung, karena di bumi ini tersedia udara segar yang dapat kita hirup dengan bebas. Namun, semakin kita menaiki tempat yang lebih tinggi, semakin sedikit pula kadar oksigen yang dapat kita hirup. Misalnya jika kita menaiki gunung yang tingginya berkilo-kilo meter dari permukaan laut, jika kita tidak menggunakan alat bantu bernafas seperti tabung oksigen untuk bernafas, kita akan semakin sulit untuk menghirup udara, sehingga dada kita terasa amat sesak.

Teori tersebut sudah sering kita dengar di sekolah maupun kita baca di buku-buku IPA SD , SMP maupun SMA. Hal tersebut juga sudah tertulis di dalam Al Quran Al- An'am ayat 125 yang artinya


“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”(QS. Al-An’am [6]:125)



18. Bahtera Kapal Nabi Nuh


Nabi nuh adalah salah satu nabi yang cerita kehebatannya sudah sering kita dengarkan kehebatan dan ketauladannya saat Pengajian, sekolah , TPA sejak kecil. Cerita tentang kehebatan kapal Nabi Nuh yang terdampat setelah banjir bandang sudah diwariskan dalam al-Qur’an Hud ayat 44 yang artinya:

“Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi (tempat yang tinggi), dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”

Setelah selang satu dekade berlalu, sejumlah peneliti menemukan bukti-bukti valid tentang keberadaan kapal Nuh tersebut.  Melalui penelitian selama beratus-ratus tahun dan mengamati hasil foto satelit, salah satu situs yang dipercaya sebagai jejak peninggalan kapal tersebut terletak di pegunungan Ararat, Turki, yang berdekatan dengan perbatasan Iran.

19. Jasad Fir'aun




Siapa yang tak kenal Firaun, kisahnya dengan nabi musa sangat familiar ditelinga kita semua. Fir’aun merupakan gelar yang digunakan untuk para penguasa, pemimpin keagamaan dan pemimpin politik pada Mesir kuno, dia adalah Raja yang mengaku sebagai tuhan. Dan karena kesombongannya, Fir'aun mati tenggelam dilaut merah saat mengejar nabi musa.

Pada tahun 1975 presiden Perancis menawarkan kepada kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumi Firaun, Ramsess II, yang sangat terkenal. Ramsess II diceritakan mati tenggelam dalam Laut Merah ketika mengejar Nabi Musa dan pengikutnya. Dipimpin oleh dokter Prof. Dr. Maurice Bucaille, penelitian ini berhasil menemukan fakta bahwa terdapat sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumi tersebut sebagai bukti besar bahwa Firaun mati akibat tenggelam di dalam laut. 

Selain itu diketahui juga perihal jasad yang dikeluarkan dari laut, dirawat, dan dijadikan mumi hingga dapat awet hingga sekarang.

Di dalam Al-Qur’an telah menjelaskan dalam surat Yunus ayat 92 yang artinya;

“Maka hari ini, Kami biarkan engkau (hai Firaun) terlepas dari badanmu (yang tidak bernyawa ditelan laut), untuk menjadi tanda bagi orang-orang setelahmu (supaya mereka mengambil pelajaran). Dan (ingatlah) sesungguhnya kebanyakan manusia lengah terhadap tanda-tanda kekuasaan Kami!"

20. Dasar Lautan Yang Gelap


Kita ketahui bersama bahwa Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hampir tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1000 meter tidak terdapat cahaya sama sekali.

Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun, Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. 
Di dalam Alquran surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya

Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat
Baca juga 



NB : 
Tulisan ini diolah dari berbagai sumber yang alamatnya saya cantumkan dibawah. Jika terdapat kesalahan dalam tulisan saya, mohon koreksinya, kesalahan tersebut murni datangnya dari saya.

Sumber /referensi tulisan:
http://www.eramuslim.com/
http://koranopini.com
http://id.harunyahya.com/
wikipedia.org


Previous
Next Post »
0 Komentar