Roket Air

Roket air atau Aquajet adalah salah satu jenis roket yang menggunakan air sebagai bahan bakarnya dengan memanfaatkan udara bertekanan. Roket air merupakan bentuk praktis dari teori Fisika yang dipelajari di sekolah. Tidak hanya digunakan untuk wahana praktikum, roket air juga sudah dikenal di kalangan komunitas pecinta ilmu pengetahuan dan digunakan dalam beberapa kompetisi atau lomba dengan berbagai kriteria perlombaan.

Roket Air didesain untuk memenuhi kriteria tertentu, misalnya: Desain roket untuk mencapai ketinggian maksimum, Desain roket untuk ketepatan target, dan Desain roket untuk mencapai jarak maksimum. Oleh karena itu, bentuk dan ukuran serta jumlah komponen tiap desain roket air berbeda-beda, tergantung dari tujuan pembuatan roket. Pada pembahasan ini akan dibahas mengenai roket air yang digunakan untuk mencapai jarak yang terjauh.

Gambar Desain Roket Air untuk Mencapai Jarak Terjauh

Gambar diatas merupakan contoh desain roket untuk mencapai jarak terjauh Pada umumnya bagian-bagian dari roket air adalah nose cone, body, fin,nozzle, dan bagian-bagian lain untuk menambah kestabilan dan nilai estetika.

1. Nose Cone
Nose cone adalah bagian yang paling ujung dari sebuah roket. Bentuk nose cone mempengaruhi kestabilan roket saat meluncur. Selain itu, bentuk nose cone juga menentukan kecepatan roket. Nose cone dibuat lancip agar mempunyai kecepatan yang maksimal karena ujung yang lancip dapat lebih mudah membelah udara

2. Body Roket
Body roket adalah bagian yang sangat penting dari roket air. Body roket berisi air yang digunakan sebagai bahan bakar roket. Biasanya untuk membuat roket air yang tahan oleh tekanan, body roket dibuat dengan menggunakan botol air soda yang nota bene tahan terhadap tekanan. Pemilihan penggunaan bahan botol roket mempengaruhi seberapa besar tekanan yang dapat diberikan ke dalam roket.


3. Fin atau Sayap Roket
Sayap roket atau bisa disebut Fin adalah bagian yang sangat penting dari sebuah roket. Fin berfungsi sebagai pengarah aliran udara dari ujung roket menuju belakang. Dengan kata lain, Fin berfungsi membuat gerakan roket lebih stabil. Seperti halnya nose cone, bentuk fin juga berpengaruh pada kestabilan dan kecepatan roket air. Fin yang ideal berjumlah tiga buah dan dipasang seimbang pada body roket Selain bentuk fin, lebar fin juga mempengaruhi kecepatan roket air. Semakin lebar fin, semakin luas pula penampang roketnya, sehingga semakin luas penampang roket, maka semakin mudah roket mengalirkan udara. Akan tetapi dengan membuat lebar ukuran fin, hambatan udara yang diterima oleh roket dan gaya berat roket juga semakin besar.


Gambar Macam-macam Bentuk Fin
4. Nozzle
Nozzle adalah salah satu bagian penting dari sebuah roket karena ukuran nozzle yang dipakai menentukan besarnya gaya dorong roket. Selain sebagai lubang keluarnya campuran air dan udara, nozzle juga berfungsi sebagai penghubung antara roket dengan launcher atau peluncur. Karena menghubungkan antara roket dengan peluncur, maka desain peluncur, nozzle, dan roket harus sesuai. Sehingga bentuk nozzle menjadi sangat beragam disesuaikan dengan peluncur yang digunakan.



Dalam peluncuran roket air dibutuhkan sebuah alat yang dinamakan launcher. Sesuai dengan namanya, launcher dalam Bahasa Inggris berarti peluncur, yaitu alat yang berfungsi untuk meluncurkan roket air. Pada dasarnya launcher adalah satu unit gabungan uang terdiri dari Guide Rail, Manometer, kompresor atau pompa, Quick release, dan Trigger.

1.Guide Rail




Bagian dari launcher ini berfungsi sebagai medan luncur roket sekaligus untuk menentukan arah roket air sesaat sebelum meluncur. Guide rail dilengkapi dengan busur derajat yang berfungsi untuk mengatur sudut peluncuran roket. Selain itu, guide rail juga berfungsi sebagai penopang massa roket air.

2. Manometer




Alat ini berfungsi untuk penunjuk besarnya tekanan udara yang dipompakan ke dalam badan roket air. Dalam peluncuran roket, tekanan udara yang diberikan kepada body harus disesuaikan dengan ketahanan body.


3. Quick Release


Quick release berfungsi sebagai penahan atau penjepit nozzle yang terpasang pada roket air pada saat sebelum meluncur. Bagian ini berhubungan dengan trigger
4.Trigger


Trigger berfungsi sebagai pemantik atau pelatuk untuk melepaskan penahan roket atau quick release pada nozzle sehingga pada saat trigger ditarik roket air dapat meluncur.

5. Pompa dan Kompressor


Pompa atau kompresor berfungsi untuk memompakan udara ke dalam badan roket air

Sekian, pembahasan Roket Air dan Bagian bagiannya.
Untuk Pembahasan Prinsip Kerja Roket Air Bisa kalian lihat pada tautan Prinsip Kerja Roket Air

Sekian, Semoga Bermanfaat

Sumber : Makah Seminar Fisika_Tinjaauan fisika  mengenai roket air_Yulianto AR
Previous
Next Post »
0 Komentar